Dua camat di Kabupaten Aceh Singkil, Mansurdin (Kuala Baru) dan Khairuddin (Singkil), melakukan orasi di depan Kantor DPRK Aceh Singkil pada Rabu (8/6/2026). Mereka menuntut penyelesaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 yang belum disahkan, mengancam akan menutup seluruh pelayanan kecamatan jika permintaan tidak dipenuhi hari itu juga.
Kedua camat mengeluhkan terhambatnya pelayanan publik dan keterlambatan gaji ASN akibat anggaran yang macet. Mansurdin bahkan menyatakan kesediaannya dipecat demi kepentingan masyarakat. Orasi ini disaksikan sejumlah kepala desa yang hadir untuk rapat paripurna APBK.
Alasan Orasi dan Ancaman Tutup Pelayanan
- APBK 2026 belum disahkan, menghambat pelayanan publik dan pembayaran gaji ASN.
- Pelayanan kecamatan akan ditutup jika APBK tidak disahkan pada hari yang sama.
- Kedua camat mengaku terpaksa, karena hutang untuk menjalankan pelayanan sudah menumpuk.
- Sejarah Aceh Singkil: Ini pertama kali dalam 27 tahun pembahasan anggaran terlambat seperti ini.
Dampak Terhadap Masyarakat
- Pelayanan publik terhenti, termasuk administrasi kecamatan yang vital bagi warga.
- Gaji ASN tertunda, mempengaruhi kesejahteraan pegawai dan keluarga.
- Kepala desa hadir sebagai saksi, menunjukkan keprihatinan bersama terhadap isu ini.
Kedua camat menekankan bahwa tindakan mereka didorong oleh kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.