Tim BPK RI Perwakilan Aceh menemukan adanya kelebihan pembayaran pada sejumlah proyek pembangunan dayah yang dibiayai melalui mekanisme swakelola di bawah Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Selisih pembayaran tersebut tercatat mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta, meski proyek-proyek tersebut telah dinyatakan selesai dan dibayar lunas sebelum akhir tahun anggaran 2025.
Temuan Kelebihan Pembayaran di Beberapa Dayah
- Rp6,9 juta kelebihan pembayaran pada proyek Dayah Bustanul Huda, Kota Langsa (selesai November 2025, diperiksa April 2026).
- Rp14,4 juta kelebihan pada asrama santri Dayah Haqqul Mubin, Kabupaten Bener Meriah (proyek Rp1,37 miliar).
- Rp46,5 juta kelebihan terbesar pada pembangunan ruang kelas dan pagar Dayah Madinatul Baridah Al Munawwarah, Bener Meriah (proyek Rp917,4 juta).
- Rp24,5 juta kelebihan pada Dayah Darussa’adah, Bener Kelipah (asrama dan pagar).
- Rp7,6 juta kelebihan pada mushola dan pagar Dayah Al-Istiqlal, Samalanga.
Temuan ini menegaskan pentingnya verifikasi lapangan sebelum pencairan dana akhir, terutama dalam sistem swakelola yang mengandalkan partisipasi masyarakat dan pesantren. Tanpa pengawasan yang ketat, risiko ketidaksesuaian antara volume pekerjaan dan pembayaran dapat berlanjut, berpotensi merugikan sumberdaya publik yang seharusnya digunakan untuk fasilitas pendidikan dayah di Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.