Banjir dan longsor yang melanda Gayo Lues pada akhir November 2025 lalu tidak menyurutkan langkah warga Dusun Benteng, Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues, untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak mereka. Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana, warga bergotong royong mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara menyeberangi derasnya arus sungai di kawasan itu.
Dusun Benteng dikenal sebagai wilayah pegunungan terpencil dengan akses yang sangat terbatas. Kondisi tersebut semakin dipersulit dengan bencana alam baru-baru ini yang tidak hanya merusak lahan pertanian warga, tapi juga memutus jembatan kecil yang menjadi satu-satunya urat nadi mobilitas masyarakat setempat. Akibatnya, sebagian besar aktivitas warga menjadi terganggu.
Kegigihan Warga dalam Distribusi MBG
- Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap beroperasi meskipun bangunan dan peralatan memasak mengalami kerusakan.
- Kader relawan dan ibu-ibu setempat tetap meracik dan memasak menu bergizi lengkap setiap harinya.
- Makanan dikemas rapi ke dalam ompreng untuk segera dibagikan kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Inisiatif Tandu Bambu
- Tantangan terberat adalah distribusi makanan karena jembatan penghubung sudah hancur terbawa arus.
- Relawan menciptakan solusi darurat dengan merakit tandu sederhana dari bilah-bilah bambu.
- Ratusan ompreng berisi makanan bergizi diikat kuat di atas tandu dan dipikul secara gotong royong.
- Relawan berjalan membelah aliran sungai demi mengantarkan hak gizi anak-anak tepat waktu.
Melalui upaya kolektif dan penuh risiko ini, anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seberang sungai dipastikan tetap menerima MBG secara rutin. Keterisolasian wilayah maupun dampak bencana terbukti tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan program tersebut di ujung Gayo Lues tersebut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.