Wacana penerapan work from home (WFH) di perguruan tinggi Aceh mulai ramai dibicarakan. Skema yang ditawarkan umumnya adalah empat hari perkuliahan tatap muka yang diikuti satu hari belajar dari rumah, sering kali dijadwalkan pada hari Jumat. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menghemat energi, terutama bahan bakar minyak (BBM). Namun, efektivitasnya masih patut dipertanyakan.
Secara konsep, pengurangan aktivitas ke kampus memang dapat menekan penggunaan kendaraan. Mahasiswa tidak perlu bepergian, sehingga konsumsi BBM bisa berkurang. Akan tetapi, realitas di lapangan tidak selalu sejalan dengan teori tersebut. Penempatan WFH pada hari Jumat justru menimbulkan persoalan baru karena berpotensi dimanfaatkan mahasiswa untuk bepergian dan pulang kampung, berlibur, atau sekadar berkumpul bersama teman.
Dampak terhadap Kualitas Pendidikan
- Pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pembelajaran daring memiliki banyak kendala, seperti kesulitan memahami materi, kurang fokus, dan menurunnya motivasi belajar.
- Risiko learning loss yang berdampak pada kualitas pendidikan dalam jangka panjang.
- Kurangnya disiplin dan kecenderungan malas mengikuti pelajaran jika pembelajaran daring diterapkan tanpa persiapan matang.
Pertanyaan Mendasar
- Mengapa kebijakan penghematan energi difokuskan pada sektor pendidikan? Padahal, masih banyak sektor lain yang memiliki konsumsi energi jauh lebih besar dan lebih relevan untuk dioptimalkan, seperti industri, transportasi umum, atau perkantoran.
- Apakah kebijakan ini benar-benar efektif? Jika tujuannya benar-benar efisiensi energi, kebijakan seharusnya diarahkan pada sektor yang memberikan dampak signifikan, bukan pada dunia pendidikan yang berisiko mengorbankan kualitas pembelajaran.
Pada akhirnya, penghematan energi tidak cukup hanya dengan mengurangi hari kehadiran di kampus atau sekolah. Dibutuhkan kebijakan yang lebih menyeluruh serta kesadaran individu agar tujuan tersebut benar-benar dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.