News
Akademisi Ungkap Manusia Tenda Masih Ada di Aceh Tamiang, Klaim Prabowo Dipertanyakan
2 jam yang lalu
Akademisi Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, menilai klaim Presiden RI soal tidak adanya lagi penyintas banjir yang tinggal di tenda di Aceh Tamiang sebagai pernyataan yang problematis. Kemal mengakui kehadiran Prabowo saat salat Idulfitri di Kuala Simpang patut diapresiasi, namun momentum itu seharusnya dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi korban di lapangan.
Kemal menilai, ketergantungan Presiden RI pada laporan bawahan membuka ruang terjadinya distorsi informasi. Ia bahkan menuding adanya upaya penertiban semu menjelang kunjungan Presiden, di mana para pengungsi diminta membongkar tenda dan terpaksa tinggal di teras-teras rumah mereka yang telah hancur.
Kondisi Riil Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang
-
Masih ada "manusia tenda": Kemal menyatakan bahwa masih banyak pengungsi yang belum mendapatkan hunian tetap, termasuk hunian sementara.
-
Problem sosial-ekonomi menahun: Para penyintas masih merasakan problem sosial-ekonomi yang belum dipenuhi oleh BNPB dan pemerintah.
-
Buruknya pola komunikasi birokrasi: Kemal menyebut kondisi ini sebagai cerminan buruknya pola komunikasi birokrasi, di mana bawahan Presiden mengatur politik asal bapak senang, dan korban tetap menderita.
-
Klaim Prabowo dipertanyakan: Kemal menilai bahwa Presiden Prabowo tidak perlu sesumbar mengatakan 100 persen tidak ada lagi penyintas di tenda, karena kenyataannya masih ada pengungsi yang belum mendapatkan hak-haknya.
