Sebanyak 17 dari 21 Kepala SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengajukan mosi tak percaya kepada Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) setempat, Irma Suryani. Mosi ini disampaikan dalam konferensi pers di salah satu warung kopi di Abdya, Kamis (9/4/2026). Para kepala sekolah menilai kepemimpinan Irma tidak lagi menciptakan suasana profesional dan kondusif, serta dinilai melakukan intervensi berlebihan terhadap kewenangan teknis sekolah.
Kepala SMAN 4 Abdya, Harianto, menyatakan bahwa pola komunikasi yang kurang terbuka dan tidak membangun rasa nyaman dalam bekerja menjadi salah satu alasan utama. Selain itu, Irma dinilai mencari-cari kesalahan kepala sekolah dan menggunakan tekanan administratif hingga ranah hukum. Hal ini menimbulkan ketakutan dan mengganggu independensi kepemimpinan kepala sekolah.
Alasan Mosi Tak Percaya
- Kurangnya komunikasi terbuka: Pola komunikasi yang tidak membangun rasa nyaman dan kurangnya ruang dialog.
- Intervensi berlebihan: Kacabdisdik dinilai terlalu banyak campur tangan dalam kewenangan teknis sekolah.
- Ketidakadilan dan ketidaktransparanan: Proses pemeriksaan, evaluasi, dan pembinaan dinilai kurang objektif dan transparan.
- Tekanan dan ancaman: Kepala sekolah merasa ditekan dan diancam dengan sanksi administratif hingga ranah hukum.
- Kurangnya konsistensi: Tidak adanya konsistensi dalam menjaga keputusan dan komitmen bersama yang telah disepakati.
Para kepala sekolah telah berupaya menyelesaikan masalah melalui jalur musyawarah internal, namun upaya tersebut tidak membuahkan perubahan yang berarti. Oleh karena itu, mereka meminta Kadisdik Aceh untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Irma Suryani. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas, profesionalisme, dan marwah dunia pendidikan di Aceh Barat Daya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.