Kerajaan Belanda akan mengembalikan Alquran milik pahlawan nasional asal Aceh, Teuku Umar, kepada Pemerintah Indonesia. Pengembalian ini merupakan bagian dari upaya pemulihan memori kolektif dan rekonsiliasi sejarah antara Indonesia dan Belanda.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyatakan bahwa warisan budaya harus kembali kepada masyarakat yang menjadi pemiliknya. Kesepakatan pengembalian ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag antara Duta Besar RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili.
Detail Pengembalian Artefak
- Alquran Teuku Umar akan dikembalikan dari koleksi Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden.
- Proses pengiriman sedang berlangsung dan artefak akan diserahkan kepada Museum Nasional Indonesia.
- Pengembalian ini memperkuat kerja sama Indonesia–Belanda di bidang kebudayaan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
- Pemerintah Indonesia akan terus memperjuangkan pemulangan warisan budaya lainnya di luar negeri.
- Kolaborasi riset internasional dan akses publik untuk edukasi akan dibuka.
- Pengembalian artefak ini diharapkan dapat memperkuat jati diri bangsa dan memori kolektif masyarakat Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.