News
Alquran Teuku Umar Akan Kembali ke Aceh dari Belanda, Pemulihan Memori Kolektif
2 jam yang lalu
Kerajaan Belanda akan mengembalikan Alquran milik pahlawan nasional asal Aceh, Teuku Umar, kepada Pemerintah Indonesia. Pengembalian ini merupakan bagian dari upaya pemulihan memori kolektif dan rekonsiliasi sejarah antara Indonesia dan Belanda.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyatakan bahwa warisan budaya harus kembali kepada masyarakat yang menjadi pemiliknya. Kesepakatan pengembalian ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag antara Duta Besar RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili.
Detail Pengembalian Artefak
- Alquran Teuku Umar akan dikembalikan dari koleksi Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden.
- Proses pengiriman sedang berlangsung dan artefak akan diserahkan kepada Museum Nasional Indonesia.
- Pengembalian ini memperkuat kerja sama Indonesia–Belanda di bidang kebudayaan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
- Pemerintah Indonesia akan terus memperjuangkan pemulangan warisan budaya lainnya di luar negeri.
- Kolaborasi riset internasional dan akses publik untuk edukasi akan dibuka.
- Pengembalian artefak ini diharapkan dapat memperkuat jati diri bangsa dan memori kolektif masyarakat Aceh.
