Kembaliekonomi

: Ketahanan Keuangan Keluarga Aceh: Tantangan Nyata, Harapan untuk Massa

Penulis

serambinews.com

Tanggal

26 Mei 2026

: Ketahanan Keuangan Keluarga Aceh: Tantangan Nyata, Harapan untuk Massa

Pertumbuhan ekonomi Aceh menunjukkan peningkatan dari 4,23 persen pada 2023 menjadi 4,82 persen pada triwulan II 2025, namun lebih dari 700 ribu jiwa atau sekitar 12,64 % penduduk masih berada di bawah garis kemiskinan. Angka ini menyoroti ketidakseimbangan antara pertumbuhan makro dan kesejahteraan rumah tangga di tingkat desa dan kota.

Ketahanan finansial bukan hanya soal saldo rekening atau aset, melainkan kemampuan keluarga untuk bertahan, bangkit, dan tumbuh amid ketidakpastian. Survei OJK 2025 menunjukkan bahwa meski inklusi keuangan di Aceh mencapai 70 %, literasi keuangan masyarakat tetap di bawah rata‑rata nasional, menciptakan celah yang memperlambat pengelolaan uang yang bijak.

Langkah Menguatkan Ketahanan Keuangan di Rumah Tangga Aceh

  • 12,64 % penduduk Aceh (≈700 ribu jiwa) hidup di bawah garis kemiskinan nonostante pertumbuhan ekonomi 4,82 % (TW II 2025).
  • Inklusi keuangan Aceh 70 %, namun literasi keuangan di bawah nasional, menghasilkan literasi inclusion gap.
  • Program Bank Sampah Mandiri di Aceh Utara memberi pendapatan tambahan Rp300–Rp5.000 per kilogram sampah yang dipilah.
  • Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aceh hingga Juli 2025 hanya 27 % dari kuota Rp5,8 triliun.
  • Prevalensi stunting di Aceh 29,8 % (2023), menunjukkan ketidakmampuan alokasi pendapatan untuk gizi bahkan di keluarga non‑miskin.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.