Sidang pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi dana desa di Pidie ditunda karena terdakwa tidak hadir. Sayuti, Keuchik Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) meski telah dipanggil melalui keluarga sebelum Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum, Abrari Rizki Falka, menyatakan pemanggilan telah dilakukan secara patut, namun terdakwa tidak kunjung hadir. Majelis hakim yang diketuai Jamaluddin memutuskan menunda sidang selama dua pekan dan memerintahkan pemanggilan ulang, termasuk melalui pengumuman resmi di Kejaksaan Negeri Pidie.
Detail Kasus
- Dugaan korupsi terkait pengelolaan dana desa tahun anggaran 2023 dengan total anggaran lebih dari Rp 846 juta.
- Kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp 292,8 juta berdasarkan hasil audit.
- Jaksa telah memeriksa sekitar 20 saksi dan menghadirkan dua ahli dari Inspektorat Kabupaten Pidie.
- Dokumen terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) diamankan sebagai barang bukti.
Modus Operandi
- Terdakwa diduga mencairkan anggaran untuk kegiatan yang tidak dilaksanakan secara maksimal, bahkan sebagian tidak dikerjakan sama sekali.
- Jaksa menyebutkan pengelolaan dana desa tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.