Kembalipolitik

Rakyat Aceh Bersama Mahasiswa, Menangkap Kembali JKA Sehat","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":75,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":77,"Summary":"Aliansi Rakyat Az

Penulis

ajnn.net

Tanggal

24 Mei 2026

Rakyat Aceh Bersama Mahasiswa, Menangkap Kembali JKA Sehat","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":75,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":77,"Summary":"Aliansi Rakyat Az

Sebelum Pergub Nomor 2/2026 dicabut, kebijakan tersebut mengubah sistem Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dari skema universal menjadi berbasis desil ekonomi, sehingga warga yang termasuk desil 8, 9, dan 10 tidak lagi mendapat tanggungan mulai 1 Mei 2026. Perubahan tersebut menimbulkan protes dari Aliansi Rakyat Aceh yang menilai langganan ini bertentangan dengan UUPA dan Qanun Aceh yang menjamin jaminan kesehatan menyeluruh tanpa diskriminasi.

Chronologi Aksi dan Respons Pemerintah

  • 28 April 2026: ARA mengisi "saf kosong" di RDP DPRA, melontarkan kritik "saket ban saboh geureupoh awak kah" sebagai metafora terhadap birokrasi yang gagal.
  • 4 Mei 2026: Ribuan mahasiswa turun ke halaman Kantor Gubernur Aceh dengan spanduk "JKA Hak Rakyat Aceh"; Sekda meminta waktu untuk evaluasi, namun massa tidak puas.
  • 11 Mei 2026: Demonstrasi kedua menyoroti kontradiksi antara pencurangan JKA untuk desil 8–10 dan kewajiban rumah sakit menerima semua pasien tanpa kecuali.
  • 13 Mei 2026: Aksi ketiga bubarkan dengan water cannon dan gas air mata; sekitar 100 massa terlokalir dan tiga journalist (Dani Randi, Julinar Nora Novianti, Hulwa Dzakira) mengalami intimidasi.
  • 18 Mei 2026: Satu jam sebelum aksi keempat, Gubernur Muzakir Manaf mengumumkan pencabutan Pergub Nomor 2/2026, menyamakan tuntutan ARA sejak awal.

Massa meminta gubernur keluar dan menandatangani petisi; Kepala Dinas Kesehatan menandatangani atas nama gubernur. Aksi ini diberikan sebutan "Pahlawan JKA" oleh Koordinator Masyarakat Pengawas Otsus Aceh, Syakya Meirizal, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mahasiswa dalam mengawal aspirasi rakyat tanpa kekerasan dan tanpa menyerah pada stigma "penolak dialog".

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.