News
Belanja Pegawai Aceh Melonjak Rp 870 Miliar, Darurat Fiskal Dipertanyakan
15 jam yang lalu
Belanja Pegawai Aceh melonjak Rp 870 miliar sejak 2022, meski pemerintah Aceh kerap mengklaim kondisi darurat fiskal. Data dari Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) menunjukkan tren peningkatan belanja pegawai yang signifikan, sementara Dana Otonomi Khusus (Otsus) justru menurun.
Menurut Direktur IDeAS, Munzami Hs, belanja pegawai pada APBA 2026 mencapai Rp 3,91 triliun, naik Rp 230 miliar dibandingkan tahun lalu. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2022, kenaikan belanja pegawai mencapai Rp 870 miliar. Ini terjadi meski total APBA Aceh menurun dari Rp 16,17 triliun pada 2022 menjadi Rp 11,68 triliun pada 2026.
Perbandingan dengan Sumatera Utara
- Penduduk Sumut: 15,5 juta jiwa (hampir 3x penduduk Aceh)
- APBD Sumut: Rp 11,67 triliun (hampir sama dengan APBA Aceh)
- Belanja Pegawai Sumut: Rp 3,56 triliun (lebih rendah dari Aceh)
Temuan Kunci
- Belanja Pegawai Aceh tertinggi di Sumatera, meski penduduknya jauh lebih sedikit.
- Kenaikan belanja pegawai tidak sebanding dengan penurunan Dana Otsus.
- Narasi darurat fiskal dipertanyakan, mengingat belanja birokrasi terus meningkat.
- IDeAS desak TAPA untuk memberikan penjelasan transparan kepada masyarakat.
Munzami menekankan pentingnya efisiensi anggaran, terutama di tengah penurunan Dana Otsus. Ia mengingatkan agar narasi darurat fiskal tidak dijadikan alasan untuk menutupi ketidakefisienan pengelolaan keuangan daerah.
