Kembalipolitik

Warga Lhoksukon Khawatir Banjir Berulang, Butuh Tanggul Permanen

Penulis

serambinews.com

Tanggal

25 Mei 2026

Warga Lhoksukon Khawatir Banjir Berulang, Butuh Tanggul Permanen

Krueng Peuto meluap akibat hujan deras di hulu, menggenangi enam desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada 24 Mei 2026. Ratusan rumah di Desa Krueng LT, Kumbang LT, Dayah LT, Meuria, Mereubo, dan Geulumpang terendam dengan ketinggian air 80 sentimeter hingga 1 meter, lalu surut setelah sekitar 8 jam.

Ini adalah banjir keempat dalam lima bulan terakhir, dengan dua kali terjadi pada Mei 2026 saja; warga melaporkan tidak adanya tanggul yang kuat untuk menahan arus air.

Penyebab, Dampak, dan Upaya Mitigasi

  • 4 kali banjir terjadi dalam 5 bulan terakhir di Krueng Peuto, termasuk dua kali pada Mei 2026.
  • Ratusan rumah di Desa Krueng LT, Kumbang LT, Dayah LT, Meuria, Mereubo, dan Geulumpang terendam.
  • Ketinggian air mencapai 80 sentimeter–1 meter, surge berlangsung sekitar 8 jam sebelum surut.
  • Banjir disebabkan oleh luapan sungai setelah hujan deras di hulu, diperparah oleh tanggul yang rusak atau tidak ada.
  • Pemerintah Aceh telah mengalokasikan Rp7,7 miliar dalam APBD 2026 untuk rehabilitasi tanggul permanen Krueng Peuto.
  • Warga harap proyek segera realise untuk mencegah ulang banjir yang setiap tahun mengancam kehidupan dan ekonomi lokal.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.