Pemadaman listrik kembali menyebar di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Senin (25/5/2026) malam. Aliran listrik mulai padam sekitar pukul 19.20 WIB, lalu kembali menyala sekitar 20.45 WIB. Setelah kurang dari satu jam normal, listrik padam lagi sebelum akhirnya menyala sekitar pukul 22.20 WIB. Pemadaman tidak merata; beberapa zona tetap mendapat pasokan sementara wilayah lain mengalami putus total.
Dampak pada Aktivitas Sehari-hari
- Warga mengunjungi warung kopi di kawasan Krueng Mane untuk mengisi daya telepon genggam dan menggunakan internet sementara.
- Pelajar dan pekerja yang mengikuti rapat atau kuliah daring mengalami gangguan karena perangkat kehabisan daya dan jaringan tidak stabil.
- Seorang warga, Muksalmina (38), menyatakan bahwa sinyal telekomunikasi juga melemah ketika listrik padang, sehingga aktivitas online menjadi maksimal tidak tercapai.
- Pemilik warung kopi melaporkan penurunan jumlah pelanggan yang signifikan karena banyak yang datang hanya untuk kerja online atau belajar, bukan sekadar minum kopi.
- Masyarakat menunggu pihak terkait segera menormalkan pasokan listrik agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial bisa kembali lancar setelah dua hari terakhir pemadaman serupa terjadi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.