Rawa dan paya di Aceh, yang mencakup lebih dari 390.000 hektar, terancam oleh pembangunan dan konversi lahan. Ekosistem ini berperan penting dalam penyimpanan air, pengendalian banjir, dan penyimpanan karbon. Kerusakan rawa dapat menyebabkan ketidakstabilan ekologis jangka panjang dan meningkatkan risiko bencana. Alternatif pengelolaan berbasis vegetasi lokal dapat menjadi solusi berkelanjutan.
Dampak Konversi Rawa
- Penyimpanan Karbon: Rawa gambut seperti Tripa dan Singkil menyimpan karbon dalam jumlah besar. Drainase dan konversi lahan dapat melepaskan karbon ini ke atmosfer.
- Ketidakstabilan Ekologis: Drainase mengubah siklus air, menyebabkan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan.
- Kehilangan Biodiversitas: Rawa adalah habitat penting bagi spesies kunci seperti orangutan.
- Risiko Bencana: Gambut yang dikeringkan sangat mudah terbakar, memicu bencana asap berskala luas.
Solusi Berkelanjutan
- Pengelolaan Berbasis Vegetasi Lokal: Tanaman seperti rumbia, gelam, dan pandan duri dapat tumbuh tanpa mengeringkan lahan.
- Kearifan Lokal: Paya Nie di Bireuen dikelola melalui institusi adat, menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis kearifan lokal dapat efektif.
- Keberanian Menolak Pembangunan Merusak: Menolak pendekatan pembangunan yang merusak adalah bentuk kemajuan yang lebih cerdas, yang menghargai batas ekologis dan keberlanjutan lintas generasi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.