Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues mengimplementasikan pompa air tenaga surya di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues. Teknologi ini ditujukan untuk membantu petani mengatasi keterbatasan air pascabencana dan mendukung pemulihan sektor pertanian.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Pompa air tenaga surya dipilih karena efisien, ramah lingkungan, dan mampu menekan biaya operasional.
Manfaat Pompa Air Tenaga Surya
- Memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.
- Mengatasi keterbatasan air pascabencana, yang sebelumnya menyebabkan penurunan produktivitas lahan.
- Mendorong pertanian berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.
- Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sehingga lebih ramah lingkungan.
Respons Petani Setempat
Petani di Desa Tetingi merespons positif keberadaan pompa air tenaga surya. Mereka menilai bahwa teknologi ini mampu memperlancar distribusi air ke lahan, sehingga proses tanam dapat kembali berjalan normal. Samsul Bahri, anggota Kelompok Tani "Senarebung", mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan dukungan dari Kemendiktisaintek.
Pendampingan dan Harapan ke Depan
Selain melakukan instalasi, mahasiswa juga memberikan pendampingan teknis kepada petani terkait penggunaan dan perawatan pompa. Harapannya, teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan, sehingga hasil pertanian ke depan bisa lebih maksimal.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
DPRA Rekomendasikan Cabut Pergub JKA, Warga Aceh Khawatir Rp114 Miliar Sisa
BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Tgk. Anwar Ramli, menegaskan secara hierarki hukum, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi...
Warga Nagan Raya dan sekitarnya terkena dampak harga ayam di atas HET
Dinas Peternakan Provinsi Aceh menemukan penjualan harga ayam potong di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, dijual oleh pedagang di atas harga eceran tertinggi Rp65 ribu per ekor.Ada indik


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.