Kembaliekonomi

Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah

Penulis

ajnn.net

Tanggal

02 Mei 2026

Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah

Kondisi korban banjir di Bireuen masih kritis setelah enam bulan

Enam bulan setelah arus Sungai Peusangan merusak rumah mereka, Fitriani, suaminya dan dua anaknya masih bertahan di bawah tendar darurat berwarna jingga di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Tidak hanya keluarganya, dua kepala keluarga lain juga condivisi tendar yang sama, semuanya menunggu bantuan hunian atau bantuan hidup yang belum terealisasi.

Kondisi dan kebutuhan utama

  • Tiga keluarga kini tinggal di bawah tendar sejak bencana terjadi.
  • Tidak ada penerimaan DTH atau jadup hingga kini, nonostante pengajuan telah terdata.
  • Upaya mencari tanah sendiri belum menghasilkan hunian karena proses pembuatan rumah masih belum dimulai.
  • Menurut M. Dedi, suami Fitriani, pendataan korban terasa "janggal" dan mereka merasa tidak diperdulikan saat petugas datang.
  • Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya tidak mengusulkan pembangunan hunian sementara, mengalihkan fokus kepada DTH yang banyak dianggap lebih fleksibel oleh penyintas.
  • Saat hujan dan petir datang, keluarga menggantungkan hidup dengan ketakutan karena tendar tidak tahan terhadap badai.

Harapan korban tetap terfokus pada penerimaan hunian tetap atau bantuan hunian segera agar mereka dapat meninggalkan hidup di bawah tendar dan memulai kembali kehidupan yang lebih layak.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.