Kondisi korban banjir di Bireuen masih kritis setelah enam bulan
Enam bulan setelah arus Sungai Peusangan merusak rumah mereka, Fitriani, suaminya dan dua anaknya masih bertahan di bawah tendar darurat berwarna jingga di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Tidak hanya keluarganya, dua kepala keluarga lain juga condivisi tendar yang sama, semuanya menunggu bantuan hunian atau bantuan hidup yang belum terealisasi.
Kondisi dan kebutuhan utama
- Tiga keluarga kini tinggal di bawah tendar sejak bencana terjadi.
- Tidak ada penerimaan DTH atau jadup hingga kini, nonostante pengajuan telah terdata.
- Upaya mencari tanah sendiri belum menghasilkan hunian karena proses pembuatan rumah masih belum dimulai.
- Menurut M. Dedi, suami Fitriani, pendataan korban terasa "janggal" dan mereka merasa tidak diperdulikan saat petugas datang.
- Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya tidak mengusulkan pembangunan hunian sementara, mengalihkan fokus kepada DTH yang banyak dianggap lebih fleksibel oleh penyintas.
- Saat hujan dan petir datang, keluarga menggantungkan hidup dengan ketakutan karena tendar tidak tahan terhadap badai.
Harapan korban tetap terfokus pada penerimaan hunian tetap atau bantuan hunian segera agar mereka dapat meninggalkan hidup di bawah tendar dan memulai kembali kehidupan yang lebih layak.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Empati Warga Kembang Tanjong Pada Jalan Inpres Rp24 Miliar di Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), meninjau pembangunan jalan Inpres di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie senilai Rp 24 miliar.
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
Warga Aceh khawatir, minta evaluasi sistem daycare setelah kasus kekerasan
BANDA ACEH – Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mendesak evaluasi total terhadap sistem daycare di Aceh, mulai dari perlindungan anak,...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.