Kembaliekonomi

:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur

Penulis

ajnn.net

Tanggal

02 Mei 2026

:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur

Petani garam tradisional di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, masih menanggung akibat banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025. Air banjir telah menggerus dan menutupi lahan produksi, mengubahnya menjadi muara sungai serta menghancurkan 42 dapur produksi beserta peralatan pendukungnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

  • Produksi garam saat ini hanya 13‑14 bambu per hari, drastis menurun dari 30‑40 bambu sebelum bencana.
  • Modal yang dikeluarkan untuk bibit sebesar Rp 55 ribu per 10 kg, sementara hasil jual hanya Rp 9 ribu per bambu ke agen dan Rp 13‑14 ribu di pasaran.
  • Biaya bakar kayu mencapai Rp 100 ribu per becak, menambah beban finansial petani yang sudah tidak stabil.
  • Luas lahan produksi yang terendam banjir mencapai sekitar 2 hektare, menyulut seluruh lokasi tradisional yang digunakan selama bertahun-tahun.

Kebutuhan Bantuan

Petani meminta dukungan khusus berupa:

  • Bibit garam untuk mengisi kekurangan lahan.
  • Kayu bakar yang terjangkau agar proses pembakaran bisa berlanjut.
  • Modal usaha untuk membangun kembali dapur yang lenyap dan mengembalikan kapasitas produksi.

Harapan dan Upaya Mandiri

Sementara menunggu respons pemerintah, petani sendiri memperbaiki gubuk dapur dengan sisa modal yang ada. Mereka berharap agar bantuan segera datang sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, menopang pendidikan anak-anak, dan melanjutkan kehidupan pascabencana tanpa tergantung pada bantuan darurat terus-menerus.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.