Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Lebaran di Tenda: Keluarga Aceh Tamiang Bertahan Tanpa Bantuan

3 jam yang lalu

Di saat sebagian besar umat Muslim merayakan Lebaran bersama keluarga di rumah, Irmahayani (41) dan keluarganya di Kampung Benuaraja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, menghabiskan hari ketiga Idul Fitri di tenda darurat. Banjir yang melanda November 2026 lalu memaksa mereka kehilangan tempat tinggal dan bertahan di tenda sederhana di tepi jalan raya yang berdebu.

Kondisi hidup di tenda sangat terbatas. Semua aktivitas dilakukan dalam ruang sempit, sementara kebutuhan dasar seperti buang air bergantung pada belas kasihan tetangga atau fasilitas umum. Anak bungsunya, Mikhaila Mauliza (1), mulai terdampak lingkungan yang tidak sehat, dengan debu jalanan mengganggu kesehatan dan kebisingan kendaraan di malam hari membuat mereka sulit beristirahat.

Kondisi Hidup yang Sulit

  • Tenda darurat berdiri hanya sekitar satu meter dari badan jalan, membuat debu beterbangan setiap kendaraan melintas.
  • Kebersihan dan kenyamanan terganggu, dengan keluarga terpaksa menggunakan 'WC terbang' karena tidak ada fasilitas yang layak.
  • Kesehatan anak terancam akibat debu dan kebisingan, sementara panas siang hari dan bising kendaraan di malam hari membuat mereka sulit beristirahat.

Harapan yang Memudar

  • Bantuan yang dijanjikan belum juga datang, baik dari pemerintah maupun pihak kampung.
  • Anak bungsunya bertanya, "Mak kita di sini sampai kapan?", sebuah pertanyaan polos yang menyakitkan bagi Irmahayani.
  • Harapan sederhana untuk diperhatikan dan mendapatkan bantuan agar bisa kembali hidup layak seperti sebelum banjir.

Irmahayani berharap ada kepedulian nyata dari pemerintah agar mereka bisa bangkit kembali. "Kami cuma mau diperhatikan. Jangan dipersulit lagi. Kami sudah cukup sulit sejak banjir ini," tutupnya.

Lebaran di Tenda: Keluarga Aceh Tamiang Bertahan Tanpa Bantuan