Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan tata kelola lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya meraih penghargaan Adipura. Komitmen ini ditandai dengan kunjungan kerja Tim Verifikasi Lapangan I dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 April 2026.
Kedatangan tim pusat ini disambut langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, di ruang kerjanya. Ia didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Dr. Kurdi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, bersama jajaran tim teknis terkait.
Fokus Utama Kunjungan
- Pemetaan aktivasi fasilitas pengelolaan sampah: Tim melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis di Aceh Barat, termasuk Desa Kuta Padang untuk melihat pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
- Pendampingan penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Persampahan (RISPS): Dokumen ini akan menjadi acuan utama dalam perencanaan sistem pengelolaan persampahan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
- Penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE): Tim dari pusat menekankan pentingnya KIE dalam pengelolaan sampah guna mempercepat perubahan perilaku masyarakat.
Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha
Dr. Kurdi menjelaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Selama kunjungan, tim juga meninjau kawasan komersial seperti pasar dan pusat perbelanjaan Suzuya guna mengidentifikasi efektivitas pengelolaan sampah di sektor perdagangan.
Fasilitas Pengolahan Sampah
Perhatian juga difokuskan pada fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), termasuk kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang menjadi bagian penting dalam mendukung standar penilaian Adipura.
Pembinaan Teknis
Selain peninjauan lapangan, kegiatan ini juga mencakup pembinaan teknis dalam penyusunan dokumen RISPS. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung proses ini, termasuk dalam penyediaan data dan kebutuhan teknis lainnya.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong terwujudnya Aceh Barat yang bersih, sehat, dan berdaya saing dalam ajang Adipura.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.