Pemerintah Aceh resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 000.8.6.1/3227 dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi serta mengurangi konsumsi sumber daya di lingkungan kerja.
Kebijakan WFH ini tidak berlaku bagi ASN yang bekerja pada unit layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti layanan kedaruratan, kesehatan, dan pendidikan. ASN yang menjalankan tugas dari rumah diwajibkan melakukan absensi dan melaporkan hasil kerja melalui sistem e-kinerja.
Rincian Aturan WFH
- Hari Kerja: ASN bekerja dari rumah setiap Jumat, kecuali bagi mereka yang bekerja di layanan publik dan pejabat pimpinan tinggi.
- Absensi: ASN yang WFH tetap harus melakukan absensi dan melaporkan output kerja melalui e-kinerja.
- Tujuan: Mengurangi konsumsi BBM, listrik, air, dan biaya operasional kantor lainnya secara terukur.
- Pengawasan: Pemerintah Aceh akan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan transformasi budaya kerja ini.
Dampak Kebijakan
- Efisiensi: Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan dinas jabatan hingga 50 persen.
- Layanan Publik: Pelayanan publik tetap berjalan dengan adanya jadwal piket pegawai pada hari Jumat.
- Teknologi: Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan dimaksimalkan untuk rapat dan bimbingan teknis secara daring.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.