Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan program imunisasi bagi tenaga medis, tenaga kesehatan (nakes), dan dokter. Peluncuran ditandai dengan penyuntikan perdana di Aula RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).
Program ini bertujuan melindungi garda terdepan layanan kesehatan dari risiko penularan campak dan mencegah kejadian luar biasa (KLB) di tengah masyarakat.
Detail Program Vaksinasi
- 15.125 tenaga kesehatan di Aceh menjadi sasaran program ini, terdiri dari:
- 2.916 tenaga medis
- 11.943 nakes
- 239 dokter umum internsip
- 30 dokter gigi internship
- Vaksinasi mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1837/2026 yang mewajibkan pemberian vaksin Vaksin Campak-Rubela (MR) sebagai booster.
- Kasus campak di Aceh masih terus ditemukan dan berpotensi meningkat menjadi KLB jika tidak diantisipasi secara serius.
Tujuan dan Harapan
- Melindungi tenaga kesehatan dari risiko penularan campak.
- Menjadi contoh nyata bagi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.
- Menekan penularan campak dan menjadi contoh bagi daerah lain.
- Mendorong seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk segera mengikuti langkah tersebut.
Sinergi Semua Pihak
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir, menyebutkan vaksinasi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan tenaga kesehatan. Ia juga mendorong seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk segera mengikuti langkah tersebut, mengingat capaian imunisasi yang masih rendah di tengah meningkatnya kasus campak.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

