Dua camat di Kabupaten Aceh Singkil, Mansurdin (Camat Kuala Baru) dan Khairuddin (Camat Singkil), berorasi di depan kantor DPRK Aceh Singkil pada Rabu (8/4/2026). Mereka menuntut pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026, yang belum disahkan hingga melewati batas waktu. Kedua camat mengancam akan menutup pelayanan publik di kecamatan mereka jika anggaran tidak segera disahkan.
Mansurdin bahkan menyatakan kesediaannya untuk dipecat dan melepas atribut sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia menjelaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat terhambat karena tidak adanya anggaran yang dapat digunakan. Selain itu, gaji ASN juga belum diterima, yang menambah kesulitan finansial.
Alasan Orasi dan Ancaman Penutupan Pelayanan
- APBK 2026 Belum Disahkan: Anggaran yang seharusnya sudah disahkan belum juga final, menghambat pelayanan publik dan pembayaran gaji ASN.
- Kesulitan Finansial: Mansurdin mengungkapkan bahwa ia dan timnya sudah banyak berutang untuk menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
- Sejarah Pendirian Kabupaten: Mansurdin menyoal sejarah pendirian Kabupaten Aceh Singkil yang sudah berusia 27 tahun, di mana ini merupakan pertama kalinya pembahasan anggaran terlambat seperti ini.
Reaksi DPRK Aceh Singkil
Setelah orasi kedua camat, DPRK Aceh Singkil menggelar rapat paripurna untuk membahas APBK 2026. Namun, rapat tersebut terhenti karena adu argumen antar wakil rakyat terkait alasan penundaan paripurna sebelumnya pada 6 April 2026. Rapat akhirnya diskor karena masuk waktu shalat Ashar.
Dampak terhadap Masyarakat
- Pelayanan Publik Terancam Tutup: Jika APBK 2026 tidak disahkan, pelayanan di tingkat kecamatan akan ditutup, termasuk pelayanan kepada warga.
- Gaji ASN Terhenti: Tanpa anggaran yang disahkan, gaji ASN tidak dapat dibayarkan, yang berdampak pada kesejahteraan mereka.
- Kesulitan Finansial ASN: ASN terpaksa mencari pinjaman untuk menjalankan pelayanan kepada masyarakat, yang menambah beban finansial mereka.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.