Pemerintah Aceh menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi tata kelola pemerintahan. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Dr. A. Murtala, M.Si, menjelaskan bahwa WFH bukan hanya soal bekerja dari rumah, tetapi juga perubahan pola kerja ASN yang menekankan pada produktivitas dan akuntabilitas. Pelayanan publik tetap berjalan optimal melalui sistem digital dan tatap muka terbatas.
Detail Kebijakan
- Regulasi: Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2026, Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, dan Surat Edaran Gubernur Aceh.
- Fleksibilitas Kerja: ASN dapat bekerja secara fleksibel antara rumah dan kantor, tanpa mengurangi kualitas kinerja.
- Pengawasan Kinerja: Pemerintah Aceh menerapkan sistem pengawasan melalui pelaporan kinerja dan evaluasi berkala oleh pimpinan unit kerja.
- Stabilitas Administrasi: Koordinasi lintas instansi tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Dampak dan Harapan
- Efisiensi Birokrasi: Kebijakan ini diharapkan dapat mewujudkan birokrasi yang lebih efisien dan responsif.
- Pelayanan Publik: Meskipun WFH, pelayanan publik tetap terjaga dengan baik.
- Disiplin Tinggi: ASN tetap wajib memenuhi target kerja dan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.