News
Penanganan Pascabanjir Aceh Dinilai Lambat, Satgas RR Desak Buka Layanan Aduan
12 jam yang lalu
Lima bulan pascabanjir, penanganan di Aceh masih dinilai lambat. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menyoroti belum adanya layanan pengaduan resmi bagi penyintas banjir. Masyarakat terdampak bingung melaporkan masalah di desa mereka, sementara klaim pemulihan listrik dan pengungsi dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.
Kondisi Lapangan Masih Memprihatinkan
- Pengungsi masih bertahan di tenda, meski dilaporkan tidak ada lagi pengungsi.
- Hunian sementara bocor, menunjukkan rehabilitasi belum optimal.
- Anggaran triliunan rupiah dikucurkan, namun masyarakat masih mengeluh.
Masriadi mendesak Satgas RR untuk membuka layanan aduan, menambah tenaga kerja, dan aktif turun ke lapangan. Transparansi dan responsivitas dinilai kunci untuk penanganan pascabencana yang tepat sasaran.
