Lima bulan pascabanjir, penanganan di Aceh masih dinilai lambat. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menyoroti belum adanya layanan pengaduan resmi bagi penyintas banjir. Masyarakat terdampak bingung melaporkan masalah di desa mereka, sementara klaim pemulihan listrik dan pengungsi dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.
Kondisi Lapangan Masih Memprihatinkan
- Pengungsi masih bertahan di tenda, meski dilaporkan tidak ada lagi pengungsi.
- Hunian sementara bocor, menunjukkan rehabilitasi belum optimal.
- Anggaran triliunan rupiah dikucurkan, namun masyarakat masih mengeluh.
Masriadi mendesak Satgas RR untuk membuka layanan aduan, menambah tenaga kerja, dan aktif turun ke lapangan. Transparansi dan responsivitas dinilai kunci untuk penanganan pascabencana yang tepat sasaran.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.