News
Pengawasan Digital Diperlukan untuk Cegah Penyalahgunaan Wewenang Polisi di Aceh
1 jam yang lalu
Pengawasan digital seperti CCTV dan body camera dinilai penting untuk menekan penyalahgunaan wewenang polisi di Aceh. Poengky Indarti, pemerhati kepolisian, menekankan pembenahan internal Polri untuk meningkatkan profesionalitas.
Pengaduan terhadap polisi mencapai 600 kasus selama 2023–2025. Pendekatan preventif dan restorative justice juga didorong untuk mencegah pelanggaran HAM.
Pentingnya Pengawasan Digital
- Pengawasan modern dengan CCTV, video camera recorder, serta body camera sangat penting untuk menekan kemungkinan penyalahgunaan wewenang.
- Pembenahan internal Polri menjadi penting, terutama dalam meningkatkan profesionalitas personel penegak hukum.
Pendekatan Preventif dan Restorative Justice
- Poengky Indarti mendorong Polri mengedepankan pendekatan pencegahan kejahatan melalui langkah preventif dan preemtif.
- Penerapan restorative justice untuk perkara ringan agar tidak membebani sistem peradilan.
Penanganan Konflik dan Pengaduan
- Dalam penanganan konflik, khususnya kasus agraria, pendekatan dialogis dan humanis lebih diutamakan.
- Peran fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) juga dinilai perlu dikedepankan sebelum pelibatan satuan bersenjata seperti Brimob.
Pengaduan dan Pelanggaran HAM
- Tingginya jumlah pengaduan terhadap kepolisian merupakan hal yang logis karena polisi merupakan aparat penegak hukum yang paling dekat dengan masyarakat.
- Lambannya proses penanganan perkara kerap memicu tudingan pelanggaran HAM karena dinilai menghambat hak masyarakat untuk memperoleh keadilan dan kepastian hukum.
