Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Aceh bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh menggelar diskusi perencanaan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) di lingkungan universitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh melalui pengembangan kawasan kuliner berbasis prinsip halal, higienis, dan sehat.
Diskusi ini menyoroti pentingnya pengembangan Zona KHAS sebagai bagian dari implementasi halal value chain yang terintegrasi. Kawasan perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, riset, dan pembentukan budaya konsumsi halal, sehingga menjadi lokus prioritas dalam perluasan program Zona KHAS di Aceh.
Peran Strategis Perguruan Tinggi
- Pusat Pendidikan dan Perubahan: Perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam membentuk kesadaran halal di masyarakat.
- Model Integratif: Pengembangan Zona KHAS di kampus diharapkan dapat menjadi model integratif antara edukasi, riset, dan implementasi ekonomi syariah secara nyata.
Komitmen Pemangku Kepentingan
- Bank Indonesia: Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperluas implementasi Zona KHAS sebagai bagian dari penguatan UMKM halal dan peningkatan daya saing ekonomi daerah.
- Sinergi Pemangku Kepentingan: Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program ini, khususnya dalam aspek sertifikasi halal dan standar kesehatan pangan.
Fokus Pengembangan
- Kampus Prioritas: Pengembangan Zona KHAS akan difokuskan pada kawasan kantin Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala.
- Komitmen Institusi: Kedua institusi menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi program melalui percepatan sertifikasi halal, peningkatan standar higienitas, serta penguatan manajemen kawasan kuliner kampus.
Tindak Lanjut
- Koordinasi Lanjutan: Para pemangku kepentingan akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pimpinan perguruan tinggi, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para tenant serta pendampingan dalam pemenuhan standar Zona KHAS.
- Peluncuran Program: Program ini direncanakan akan diluncurkan dalam rangkaian kegiatan Road to FESYAR yang akan diselenggarakan pada 26 April 2026 di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Melalui inisiatif ini, diharapkan Zona KHAS dapat menjadi model pengembangan kawasan kuliner halal yang terintegrasi dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.