News
Penyintas Banjir Aceh Utara Merasa Ditipu Pemerintah di Huntara
6 jam yang lalu
Penyintas banjir di Dusun Teungoh, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mengeluhkan kondisi hunian sementara (Huntara) yang tidak layak. Mereka merasa ditipu oleh pemerintah setelah dipaksa pindah ke huntara yang belum siap dengan penawaran uang Rp1 juta per kepala keluarga.
Musri Sulaiman, salah satu penyintas, mengatakan bahwa mereka tidak dapat merayakan Meugang Idulfitri dengan layak karena harus mempersiapkan dan beres-beres barak huntara yang belum selesai. Kekecewaan mereka semakin meningkat karena janji pemerintah untuk memberikan fasilitas dasar dan bantuan kebutuhan pokok belum terpenuhi.
Kondisi Huntara yang Tidak Layak
- Huntara belum siap: Penyintas dipaksa pindah ke huntara yang belum selesai dan belum layak dihuni.
- Uang Rp1 juta per kepala keluarga: Penawaran uang dari BNPB untuk memaksa penyintas pindah.
- Fasilitas dasar belum diberikan: Janji pemerintah untuk memberikan fasilitas dasar dan bantuan kebutuhan pokok belum terpenuhi.
Kekecewaan Penyintas
- Tidak dapat merayakan Meugang Idulfitri: Penyintas tidak dapat mencicipi daging dan merayakan lebaran dengan layak.
- Barang-barang terbatas: Hanya menerima dua kasur lipat, tiga tikar karet, dan satu kipas angin.
- Janji pemerintah tidak terpenuhi: Penyintas merasa ditipu dan tidak percaya lagi terhadap janji pemerintah.
Kondisi ini membuat penyintas banjir di Aceh Utara semakin kesulitan dan merasa tidak ada harapan untuk perbaikan kondisi mereka.
