Penyintas banjir di Dusun Teungoh, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mengeluhkan kondisi hunian sementara (Huntara) yang tidak layak. Mereka merasa ditipu oleh pemerintah setelah dipaksa pindah ke huntara yang belum siap dengan penawaran uang Rp1 juta per kepala keluarga.
Musri Sulaiman, salah satu penyintas, mengatakan bahwa mereka tidak dapat merayakan Meugang Idulfitri dengan layak karena harus mempersiapkan dan beres-beres barak huntara yang belum selesai. Kekecewaan mereka semakin meningkat karena janji pemerintah untuk memberikan fasilitas dasar dan bantuan kebutuhan pokok belum terpenuhi.
Kondisi Huntara yang Tidak Layak
- Huntara belum siap: Penyintas dipaksa pindah ke huntara yang belum selesai dan belum layak dihuni.
- Uang Rp1 juta per kepala keluarga: Penawaran uang dari BNPB untuk memaksa penyintas pindah.
- Fasilitas dasar belum diberikan: Janji pemerintah untuk memberikan fasilitas dasar dan bantuan kebutuhan pokok belum terpenuhi.
Kekecewaan Penyintas
- Tidak dapat merayakan Meugang Idulfitri: Penyintas tidak dapat mencicipi daging dan merayakan lebaran dengan layak.
- Barang-barang terbatas: Hanya menerima dua kasur lipat, tiga tikar karet, dan satu kipas angin.
- Janji pemerintah tidak terpenuhi: Penyintas merasa ditipu dan tidak percaya lagi terhadap janji pemerintah.
Kondisi ini membuat penyintas banjir di Aceh Utara semakin kesulitan dan merasa tidak ada harapan untuk perbaikan kondisi mereka.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.