Penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang menghadapi kesulitan baru setelah jembatan utama yang menjadi akses ke pemukiman mereka dibongkar tanpa alasan jelas. Jembatan tersebut, yang sebelumnya hanya mengalami penumpukan lumpur akibat banjir, dihancurkan menggunakan alat berat sekitar dua bulan lalu. Warga yang tinggal di Kompleks Perumahan Budi 1, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, kini terpaksa menggunakan jalur alternatif yang sulit dan berisiko.
Jalur alternatif yang digunakan warga menjadi semakin sulit dilalui saat hujan turun, karena jalan berlumpur dan sempit. Muhammad Hendra Vramenia, salah satu penyintas, menyatakan bahwa warga berharap pemerintah daerah segera membangun jembatan sementara untuk memulihkan aksesibilitas. Kondisi ini menambah beban bagi korban bencana yang masih dalam proses pemulihan.
Dampak Terhadap Warga
- Jembatan utama yang menjadi akses ke pemukiman warga dibongkar tanpa alasan jelas.
- Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang sulit dan berisiko.
- Kondisi jalan semakin parah saat hujan, dengan lumpur dan jalan sempit.
- Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan sementara untuk memulihkan aksesibilitas.
Harapan Warga
- Pemulihan jembatan menjadi perhatian serius pemerintah.
- Dukungan bagi korban bencana yang sedang dalam proses pemulihan.
- Aksesibilitas yang aman dan nyaman bagi warga setempat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.