Nelayan di Aceh menghadapi beban biaya tambahan hingga Rp300 ribu per trip hanya untuk mengurus dokumen perizinan. Jaringan Koalisi untuk Advokasi Laut Aceh (KuALA) menyoroti sistem perizinan yang berlapis dan tidak transparan, yang justru membebani nelayan kecil.
Sekretaris Jenderal KuALA, Gemal Bakri, menyebutkan bahwa rantai birokrasi melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), PSDKP, dan Syahbandar. Sistem ini dinilai tidak berpihak kepada nelayan dan berorientasi pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Dampak Perizinan Berlapis
- Nelayan di Lhok Kuala Cangkoi, Banda Aceh, harus mengeluarkan Rp300 ribu per trip hanya untuk pengurusan dokumen.
- Regulasi seperti UU Cipta Kerja dan PP Nomor 11 Tahun 2023 membatasi zona tangkap nelayan berdasarkan kapasitas kapal.
- Praktik percaloan muncul akibat kerumitan sistem, menambah beban biaya nelayan.
Kondisi Nelayan Aceh
- Hasil tangkapan menurun dan biaya operasional meningkat.
- Perubahan iklim memperburuk ketidakpastian nelayan.
- KuALA mendesak penyederhanaan sistem perizinan dan revisi regulasi yang tidak adil.
KuALA menekankan pentingnya kebijakan perikanan yang berpihak kepada nelayan. Jika tidak, krisis ekonomi nelayan akan semakin parah dan kedaulatan masyarakat pesisir atas lautnya terancam.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.