Kembalikesehatan

: 13,4% Warga Aceh Menjadi Penyangkut Talasemia, Perlu Deteksi Dini

Penulis

serambinews.com

Tanggal

09 Mei 2026

: 13,4% Warga Aceh Menjadi Penyangkut Talasemia, Perlu Deteksi Dini

World Talasemia Day 2026 diperingati di Aceh dengan kampanye YDUA berjudul “Hidden No More: Finding the Undiagnosed. Supporting the Unseen”. Acara ini menegaskan pentingnya menemukan mereka yang belum terdiagnosis dan memberikan dukungan bagi yang selama ini tak terlihat.

Data terkini menunjukkan bahwa 13,4 % dari populasi Aceh merupakan carrier gen talasemia, artinya hampir satu dari setiap 7 warga membawa gen ini tanpa mengetahuinya. Angka ini jauh di atas rata‑rata nasional yang hanya 6‑10 %, sehingga risiko lahir anak dengan talasemia mayor relatif tinggi.

Situasi Talasemia di Aceh

  • Karier gen talasemia mencapai 13,4 % populasi Aceh.
  • Pasien talasemia mayor memerlukan transfusi darah rutin setiap 2‑4 minggu sepanjang hidupnya.
  • Keterbatasan akses pemeriksaan di daerah terpencil masih menjadi hambatan utama.
  • Stigma sosial membuat banyak keluarga enggan membuka kondisi anak mereka.
  • YDUA mendorong peningkatan kesadaran, peningkatan donor darah sukarela, ekspansi skrinin pasangan sebelum menikah, dan penghapusan stigma melalui kolaborasi lintas sektoran.

YDUA juga menyampaikan apresiasi kepada pendonor darah, tenaga kesehatan, dan rumah sakit yang terus membantu para pejuang talasemia di Aceh. Dengan nomor kontak 0811‑6829‑244, masyarakat dapat bergabung dalam upaya mencari dan mendukung mereka yang selama ini tak terlihat.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.