Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menegaskan komitmennya untuk menempatkan kesejahteraan anak yatim, kaum dhuafa, dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Hal ini disampaikan oleh Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya di Lapangan Persada, Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie.
Safaruddin menekankan bahwa perhatian terhadap kalangan masyarakat yang membutuhkan bukan sekadar program rutin, melainkan tanggung jawab moral pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial di kabupaten berjuluk "Bumoe Breuh Sigupai" tersebut.
Program Konkrit untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Santunan dan Bantuan Sosial: Program penyaluran santunan dan bantuan sosial terus digulirkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
- Rehabilitasi Rumah Layak Huni: Program rehabilitasi Rumah Layak Huni (RLH) ditujukan untuk memperbaiki kondisi hunian warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
- Pembangunan Karakter dan Pendidikan: Program "Peukong Agama" mewajibkan seluruh aparatur pemerintah hingga tingkat gampong untuk menjadi teladan dalam melaksanakan shalat berjamaah. Program "Teungku Tamong Sikula" dan "Doto Saweu Sikula" dirancang untuk membentuk generasi muda Abdya yang cerdas secara intelektual namun tetap berakhlak mulia.
Komitmen Pemerintah untuk Keadilan Sosial
Bupati Safaruddin mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi warga yang masih tinggal di hunian beralas tanah dan berdinding pelepah rumbia. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah akan diarahkan secara terpadu, baik dari sisi infrastruktur maupun optimalisasi aset daerah.
Safaruddin juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menghentikan sikap saling curiga dan fokus pada kolaborasi. Ia memberikan instruksi tegas kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Abdya agar memberikan pelayanan yang cepat dan responsif.
"Daerah ini tidak akan maju jika energi kita habis untuk saling menjatuhkan. Mari bangun Abdya dengan semangat kebersamaan," ucapnya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.