Keuchik Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Sayuti, didakwa merugikan negara Rp292,89 juta dari dana desa. Namun, ia kini menghilang dan tidak hadir dalam persidangan yang dijadwalkan pada Kamis, 9 April 2026 di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Jaksa Penuntut Umum Abrari Rizki Falka menyatakan bahwa Sayuti berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan tidak dapat dihadirkan ke persidangan.
Majelis hakim menunda sidang selama dua pekan untuk memberikan waktu bagi aparat penegak hukum menemukan Sayuti. Diduga, ia telah melarikan diri ke Malaysia berdasarkan laporan warga sekitar rumah mertuanya di Gampong Baroh Barat Yaman, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.
Kronologi Kasus
- Dana desa Rp292,89 juta diduga disalahgunakan oleh Sayuti pada tahun anggaran 2023.
- Jaksa telah meminta keterangan dari 20 saksi dan 2 ahli untuk menguji dugaan penyimpangan anggaran.
- Sayuti diduga mencairkan anggaran untuk kegiatan yang tidak dilaksanakan secara maksimal, bahkan sebagian pekerjaan tidak dikerjakan sama sekali.
- Surat panggilan terakhir disampaikan melalui istri Sayuti sebelum Ramadan, namun ia tetap tidak muncul.
Dampak dan Respons Masyarakat
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola dana desa di tingkat desa. Penyimpangan dana desa berulang terjadi pada proyek fiktif, penggelembungan anggaran, hingga penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukan. Keluhan warga tentang pelayanan publik yang tidak optimal semakin menguat.
Langkah Selanjutnya
Aparat penegak hukum akan berkoordinasi dengan kepolisian dan otoritas imigrasi untuk melacak keberadaan Sayuti. Jika benar ia berada di Malaysia, proses hukum dapat berlanjut melalui mekanisme kerja sama lintas negara untuk penangkapan dan pemulangan tersangka. Persidangan akan dilanjutkan jika Sayuti berhasil dihadirkan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.