Ratusan petani di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa menyewa lima unit excavator untuk membersihkan saluran irigasi yang telah tersumbat sejak banjir besar 26 November 2025 dan kerusakan Bendungan Krueng Pase sejak 2020. Upaya ini dilakukan karena selama hampir enam tahun lahan persawahan di wilayah tersebut tidak menerima pasokan air, sehingga sawah tetap terbengkalai.
Swadaya petani mencakup pembersihan saluran underkanan krueng pase yang sepanjang 18 km, dengan biaya yang mencapai ratusan juta rupiah yang dikeluarkan secara kolektif. Area yang terpantau meliputi sekitar 8.922 hektare lahan pertanian yang tersebar di sembilan kecamatan, termasuk Tanah Luas dan Matangkuli, dan mencakup 35 desa yang bergantung pada sistem irigasi ini.
Inisiatif Swadaya dan Harapan Pemerintah
- 5 unit excavator disewa dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah.
- Saluran irigasi yang dibersihkan merupakan saluran kanan Krueng Pase, panjang 18 km, yang tersumbat lumpur dan sampah.
- Area yang terkait: sekitar 8.922 hektar lahan pertanian di sembilan kecamatan, mencakup 35 desa di wilayah Aceh Utara.
- Air dari Bendungan Krueng Pase rencanaan dibuka mulai pertengahan Mei hingga September 2026, tergantung pada kesiapan saluran setelah pembersihan.
- Petani menyatakan telah menanyakan bantuan pemerintah sebelumnya, tetapi alat pemerintah saat ini dialokasikan untuk rehabilitasi pasca‑banjir di daerah lain.
- Ketua Forum Keuchik Tanah Luas menegaskan bahwa tanpa intervensi cepat, sawah akan terus terbengkalai dan harapan untuk kembali menanam akan semakin tipis.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
DPRA Rekomendasikan Cabut Pergub JKA, Warga Aceh Khawatir Rp114 Miliar Sisa
BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Tgk. Anwar Ramli, menegaskan secara hierarki hukum, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi...
Warga Nagan Raya dan sekitarnya terkena dampak harga ayam di atas HET
Dinas Peternakan Provinsi Aceh menemukan penjualan harga ayam potong di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, dijual oleh pedagang di atas harga eceran tertinggi Rp65 ribu per ekor.Ada indik


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.