Kembalipolitik

Petani Aceh Utara khawatir tenang, sewa excavator untuk saluran 18 km

Penulis

serambinews.com

Tanggal

03 Mei 2026

Petani Aceh Utara khawatir tenang, sewa excavator untuk saluran 18 km

Ratusan petani di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa menyewa lima unit excavator untuk membersihkan saluran irigasi yang telah tersumbat sejak banjir besar 26 November 2025 dan kerusakan Bendungan Krueng Pase sejak 2020. Upaya ini dilakukan karena selama hampir enam tahun lahan persawahan di wilayah tersebut tidak menerima pasokan air, sehingga sawah tetap terbengkalai.

Swadaya petani mencakup pembersihan saluran underkanan krueng pase yang sepanjang 18 km, dengan biaya yang mencapai ratusan juta rupiah yang dikeluarkan secara kolektif. Area yang terpantau meliputi sekitar 8.922 hektare lahan pertanian yang tersebar di sembilan kecamatan, termasuk Tanah Luas dan Matangkuli, dan mencakup 35 desa yang bergantung pada sistem irigasi ini.

Inisiatif Swadaya dan Harapan Pemerintah

  • 5 unit excavator disewa dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah.
  • Saluran irigasi yang dibersihkan merupakan saluran kanan Krueng Pase, panjang 18 km, yang tersumbat lumpur dan sampah.
  • Area yang terkait: sekitar 8.922 hektar lahan pertanian di sembilan kecamatan, mencakup 35 desa di wilayah Aceh Utara.
  • Air dari Bendungan Krueng Pase rencanaan dibuka mulai pertengahan Mei hingga September 2026, tergantung pada kesiapan saluran setelah pembersihan.
  • Petani menyatakan telah menanyakan bantuan pemerintah sebelumnya, tetapi alat pemerintah saat ini dialokasikan untuk rehabilitasi pasca‑banjir di daerah lain.
  • Ketua Forum Keuchik Tanah Luas menegaskan bahwa tanpa intervensi cepat, sawah akan terus terbengkalai dan harapan untuk kembali menanam akan semakin tipis.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.