Listrik di Provinsi Aceh telah kembali normal sepenuhnya setelah mengalami pemadaman massal akibat lumpuhnya sistem interkoneksi regional Sumatera. PLN UID Aceh menyatakan bahwa seluruh jaringan transmisi dan distribusi telah menyala kembali sejak pagi 24 Mei 2026, menjadikan pasokan listrik ke masyarakat Aceh stabil dan andal.
Pemulihan Listrik dan Dampaknya di Aceh
- Gangguan awal terjadi pada koridor transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi karena cuaca buruk ekstrem.
- Pemadaman menyebar ke seluruh Sumatera dan menyentuh Aceh, dengan durasi pemadaman lebih dari 24 jam sebelum pemulihan total.
- Tim teknis PLN melakukan penanganan intensif, dengan waktu normalisasi berbeda sesuai jenis pembangkit: 5–15 jam untuk PLTA dan PLTG, serta 15–20 jam untuk PLTU batubara.
- PLN UID Aceh mengapresiasi dukungan stakeholder dan kesabaran masyarakat selama proses pemulihan.
- Saat ini, pasokan listrik ke rumah pelanggan telah kembali 100 persen normal dan sistem kelistrikan di Aceh beroperasi tanpa gangguan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.