Polisi Lalu Lintas Polres Aceh Utara membangun tujuh sumur bor untuk membantu korban banjir di Kecamatan Langkahan dan Seunuddon memenuhi kebutuhan air bersih. Sumur-sumur tersebut tersebar di lokasi pengungsian, dayah, dan hunian sementara (huntara).
Kasat Lantas Polres Aceh Utara, Iptu Sofyan Kurniawan, menyatakan bahwa sumur bor ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan. Pascabanjir, banyak sumur warga tidak dapat digunakan lagi akibat endapan lumpur.
Lokasi Sumur Bor
- Kecamatan Langkahan: Dua titik bantuan di Gampong Leubok Pusaka, berupa satu pembangunan sumur bor baru dan satu pembersihan sumur lama disertai penggantian tendon serta pompa air.
- Kecamatan Seunuddon: Lima titik bantuan di Gampong Ulee Rubek Barat, Gampong Lhok Puuk, huntara Ulee Rubek Timur, serta dayah Gampong Bantayan masing-masing satu sumur.
Manfaat Sumur Bor
- Air bersih untuk minum, mandi, mencuci, dan bersuci saat beribadah
- Solusi terbaik bagi masyarakat korban banjir
- Wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat
Polisi juga merencanakan survei lokasi tambahan di Gampong Cangguk, Kecamatan Tanah Pasir untuk pembangunan sumur bor lebih lanjut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Empati Warga Kembang Tanjong Pada Jalan Inpres Rp24 Miliar di Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), meninjau pembangunan jalan Inpres di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie senilai Rp 24 miliar.
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
Warga Aceh khawatir, minta evaluasi sistem daycare setelah kasus kekerasan
BANDA ACEH – Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mendesak evaluasi total terhadap sistem daycare di Aceh, mulai dari perlindungan anak,...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.