Polisi Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi tambang rakyat di Kecamatan Babahrot. Langkah ini diambil setelah laporan masyarakat mengenai dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan luapan limbah pengolahan emas.
Personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Abdya dikerahkan ke dua titik berbeda di Babahrot. Lokasi pertama adalah Gampong Alue Peunawa, yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM subsidi jenis solar. Sementara di Desa Blang Dalam, ditemukan luapan limbah tong emas yang dikhawatirkan mencemari lingkungan.
Temuan di Lapangan
- Di Alue Peunawa: Ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar. Polisi berkomitmen memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
- Di Blang Dalam: Luapan limbah pengolahan emas masih terkendali dan belum menyebar luas ke pemukiman penduduk.
Imbauan Polisi
- Pengelola tambang diminta segera meningkatkan kapasitas dan keamanan sistem pembuangan limbah.
- Pengelola tambang emas diimbau untuk segera mengurus izin resmi sesuai aturan yang berlaku.
Polres Abdya akan terus melakukan monitoring berkala dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pengawasan dampak lingkungan lebih lanjut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.