Penolakan Rancangan Qanun (Raqan) APBK Aceh Singkil 2026 oleh mayoritas fraksi DPRK Aceh Singkil menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya pembangunan dan pemulihan pascabanjir di daerah tersebut. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil, Ustadz Roesman Hasmy, menyatakan kekecewaan mendalam dan menganggap penolakan ini sebagai penzaliman terhadap hak rakyat.
APBK Aceh Singkil 2026 yang ditolak bernilai sekitar Rp 822 miliar. Penolakan ini disebabkan oleh beberapa alasan, termasuk ketidaksetujuan terhadap pengadaan mobil dinas bupati dan belum ditandatanganinya komitmen pembangunan sekolah rakyat oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon.
Alasan Penolakan APBK
- Target PAD dinilai pesimis: Fraksi Sahabat menilai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBK 2026 sulit tercapai.
- Pengadaan mobil dinas bupati: Dianggap tidak tepat mengingat kondisi keuangan daerah yang memprihatinkan dan Aceh Singkil masih dalam masa pemulihan pascabanjir.
- Komitmen pembangunan sekolah rakyat: Bupati belum menandatangani komitmen pelaksanaan pembangunan sekolah rakyat, yang merupakan program prioritas Pemerintah Pusat.
- Transparansi bantuan banjir: Fraksi Gerakan Pembangunan Berkarya menyoroti kurangnya transparansi dalam penyaluran bantuan jatah hidup korban banjir.
Dampak Penolakan
- Lembaga keistimewaan Aceh terhambat: MPU dan lembaga keistimewaan lainnya tidak dapat mencairkan anggaran, yang berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
- Pemulihan pascabanjir terganggu: Dana yang seharusnya digunakan untuk pemulihan masyarakat pascabanjir menjadi terhambat.
- Pembangunan sekolah rakyat tertunda: Program prioritas Pemerintah Pusat untuk pembangunan sekolah rakyat di Aceh Singkil terancam tertunda.
Ketua DPRK Aceh Singkil, Haji Amaliun, menyatakan bahwa hasil paripurna akan dibawa ke Banda Aceh untuk dikonsultasikan. Sementara itu, perseteruan politik yang menyebabkan mandeknya pembahasan APBK diharapkan segera diselesaikan untuk menghindari kerugian lebih lanjut bagi masyarakat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.