Pemerintah Aceh Tamiang, dipimpin oleh Dr. Safrizal ZA sebagai Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, bekerja sama dengan Satgas DPR RI yang diwakili TA Khalid untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Rapat koordinasi yang held Kantor Bupati Aceh Tamiang pada Sabtu, 23 Mei 2026 melibatkan Wakil Bupati, perwakilan DJBN, DJBM, BWS Sumatra I, serta sejumlah perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU).
Dalam pembahasan, dikonfirmasi bahwa dari 40 titik lokasi huntap yang usulkan Pemerintah Kabupaten, 37 lokasi telah siap dibangun, sementara tiga lokasi lain masih dalam tahap negosiasi pelepasan lahan HGU dengan PT Perkebunan Semadam, PT Perkebunan Pertanian Pati Sari, dan PT Evans Indonesia (operasional sebagai PT Simpang Kiri Plantations). Sebanyak lima perusahaan lain – PTPN, Padang Palma Permai, Socfindo, Desa Jaya, dan Bahruni – telah melepaskan lahan sebesar 100 persen untuk mendukung proyek ini.
Langkah Percepatan dan Tantangan Lahan
- Safrizal menekankan pentingnya mekanisme "bridging" administrasi sebagai dasar awal pembangunan di atas lahan HGU sambil menunggu proses pemindahan aset selesai.
- DPR RI menegaskan dukungan penuh dan menetapkan deadline 24 Mei 2026, pukul 12.00 WIB bagi tiga perusahaan yang belum menyetujui pelepasan lahan.
- Jika perusahaan masih menolak, Bupati diharapkan segera mengirim surat ke Satgas Pemerintah dan Satgas DPR RI untuk langkah selanjutnya.
- Tim juga melakukan inspeksi lapangan di Desa Bukit Rata, meninjau lokasi yang direncanakan menjadi kawasan huntap dan menyerahkan bantuan peralatan dapur kepada 72 kepala keluarga yang masih menempuh hunian sementara.
- Safrizal menegaskan bahwa penentuan lokasi huntap dilakukan melalui kajian sosial, ekonomi, budaya, dan mitigasi kebencanaan untuk memastikan kondisi hunian yang aman dan layak huni.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.