News
Satgas PRR Aceh Desak Pemda Cegah Risiko Bencana Cuaca Ekstrem
2 jam yang lalu
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) di 23 kabupaten/kota untuk serius merespons peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG untuk periode 11–20 April 2026. Hal ini didasarkan pada pengalaman banjir besar November 2025 yang melumpuhkan 18 kabupaten/kota di Aceh.
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, menekankan pentingnya mitigasi yang matang untuk meminimalisir risiko bencana. Ia mengharapkan penguatan koordinasi lintas lembaga dan kesiapan logistik di titik rawan.
Potensi Cuaca Ekstrem
- Peringatan BMKG: Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi terjadi dalam dua fase kritis, yakni 11–15 April dan 16–20 April 2026.
- Penyebab: Pola siklonik dan suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh.
- Dampak: Banjir besar November 2025 menyebabkan ribuan pengungsi dan kerusakan infrastruktur masif.
Langkah Mitigasi
- Koordinasi Lintas Lembaga: Memastikan kesiapan logistik dan aktivasi jalur komunikasi hingga ke tingkat desa.
- Target Zero Risk: Mencegah terulangnya bencana dengan mitigasi yang matang.
- Pelajaran dari Masa Lalu: Akurasi peringatan dini BMKG harus menjadi pelajaran agar tidak ada pihak yang lengah.
Satgas PRR berharap kolaborasi kolektif dapat mencegah terulangnya luka yang sama bagi warga Aceh.
