Praktik pungli dan monopoli dalam sistem transportasi hasil perikanan di PPI Anak Laut, Kabupaten Aceh Singkil, dinilai merugikan nelayan lokal. Ketua Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS), Rahmi Yasir, mengungkapkan bahwa semua mobil angkutan harus melalui calo dan agen terlebih dahulu sebelum diperbolehkan membawa hasil perikanan.
Menurut Rahmi, praktik ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan harga jual hasil tangkapan nelayan. Selain dugaan pungli, GANAS juga menerima laporan terkait adanya praktik monopoli oleh kelompok tertentu dalam penguasaan armada angkutan.
Dampak Praktik Ilegal
- Penurunan harga jual hasil perikanan akibat pungli dan peran agen yang tidak terkontrol.
- Ketidakadilan dalam pengangkutan hasil perikanan, di mana armada dari luar daerah lebih diutamakan.
- Kerugian ekonomi bagi nelayan lokal yang bergantung pada hasil tangkapan.
Tuntutan GANAS
- Penertiban sistem transportasi oleh Dinas Perhubungan Aceh Singkil.
- Pembentukan sistem yang adil bagi semua armada angkutan.
- Pertemuan bersama dengan pemilik armada, agen, dan tenaga kerja bongkar muat untuk mencari solusi terbaik.
GANAS menunggu langkah tegas dari Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nasution, untuk menyelesaikan persoalan ini dan menciptakan sistem transportasi yang tertib dan adil.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.