News
Praktik Pungli dan Monopoli Transportasi Ikan di PPI Anak Laut Merugikan Nelayan Aceh Singkil
7 jam yang lalu
Praktik pungli dan monopoli dalam sistem transportasi hasil perikanan di PPI Anak Laut, Kabupaten Aceh Singkil, dinilai merugikan nelayan lokal. Ketua Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS), Rahmi Yasir, mengungkapkan bahwa semua mobil angkutan harus melalui calo dan agen terlebih dahulu sebelum diperbolehkan membawa hasil perikanan.
Menurut Rahmi, praktik ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan harga jual hasil tangkapan nelayan. Selain dugaan pungli, GANAS juga menerima laporan terkait adanya praktik monopoli oleh kelompok tertentu dalam penguasaan armada angkutan.
Dampak Praktik Ilegal
- Penurunan harga jual hasil perikanan akibat pungli dan peran agen yang tidak terkontrol.
- Ketidakadilan dalam pengangkutan hasil perikanan, di mana armada dari luar daerah lebih diutamakan.
- Kerugian ekonomi bagi nelayan lokal yang bergantung pada hasil tangkapan.
Tuntutan GANAS
- Penertiban sistem transportasi oleh Dinas Perhubungan Aceh Singkil.
- Pembentukan sistem yang adil bagi semua armada angkutan.
- Pertemuan bersama dengan pemilik armada, agen, dan tenaga kerja bongkar muat untuk mencari solusi terbaik.
GANAS menunggu langkah tegas dari Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nasution, untuk menyelesaikan persoalan ini dan menciptakan sistem transportasi yang tertib dan adil.
