News
Siswa Aceh Utara Seberangi Sungai Pakai Perahu Karet, DPRK Desak Bangun Jembatan
2 jam yang lalu
Puluhan siswa di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu karet setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi ini terjadi akibat jembatan penghubung antar desa yang rusak dihantam banjir bandang besar pada akhir November 2025 dan sampai sekarang belum dibangun yang layak.
Tiap harinya, murid menyeberang Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, berdiri berdesakan di atas perahu karet. Arus sungai yang cukup deras dengan kondisi air keruh menambah risiko dalam proses penyeberangan. Meski demikian, aktivitas tersebut tetap dilakukan karena menjadi satu-satunya akses bagi para siswa untuk berangkat ke sekolah.
Kondisi Penyeberangan
- Puluhan siswa menggunakan perahu karet, rakit sederhana, bahkan ban bekas sebagai alat penyeberangan.
- Beberapa anak harus diantar orang tua mereka menyeberangi sungai karena keterbatasan biaya transportasi.
- Mobilitas pelajar di wilayah itu saling terhubung antar desa, termasuk untuk tingkat taman kanak-kanak.
Risiko dan Kekhawatiran
- Beberapa waktu lalu, dilaporkan sempat terjadi insiden anak sekolah yang jatuh ke sungai saat menyeberang.
- Warga berharap pemerintah segera merespons kondisi tersebut agar aktivitas belajar mengajar tidak lagi dibayangi risiko keselamatan.
Desakan DPRK Aceh Utara
- Anggota Komisi III sekaligus Panitia Legislasi DPRK Aceh Utara, Abuzar ST, mendesak pemerintah pusat maupun daerah agar segera mengambil langkah konkret.
- Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan permanen sebagai akses utama masyarakat, khususnya pelajar.
- Penyediaan alat keselamatan seperti rompi pelampung juga dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan selama penyeberangan.
