Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud, menyoroti ketimpangan dalam penyediaan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh. Ia menilai perbedaan kualitas hunian yang dibangun oleh Kementerian PU dan pihak lain berpotensi memicu kecemburuan sosial di masyarakat.
Ruslan mengungkapkan bahwa perbedaan anggaran menjadi salah satu penyebab utama ketimpangan tersebut. Hunian yang dibangun dengan anggaran besar memiliki kualitas jauh lebih baik dibandingkan yang dibangun dengan anggaran terbatas.
Ketimpangan Hunian Korban Bencana
- Perbedaan kualitas hunian antara yang dibangun oleh Kementerian PU dan pihak lain.
- Perbedaan anggaran menjadi penyebab utama ketimpangan.
- Kecemburuan sosial berpotensi muncul di masyarakat.
Pentingnya Sinkronisasi Pusat-Daerah
- Ruslan menekankan pentingnya sinkronisasi antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
- Status bencana di Aceh masih merupakan bencana daerah, sehingga peran pemerintah daerah sangat penting.
- Data yang akurat diperlukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Harapan untuk Keadilan dan Pemerataan
- Ruslan berharap pemerintah dapat memastikan keadilan dan pemerataan dalam penanganan pascabencana.
- Kebijakan khusus bagi korban bencana diharapkan dapat diberikan.
- Perhatian lebih bagi korban bencana, tidak hanya saat bencana, tetapi juga pascabencana.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.