Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menegaskan tidak ada tempat bagi pelanggar syariat di Banda Aceh. Setiap kasus pelanggaran akan ditindak sesuai prosedur yang berlaku, baik dari laporan warga, pengamanan Pageu Gampong, maupun operasi rutin petugas.
Penegakan hukum syariat di Banda Aceh kembali menunjukkan komitmen melalui eksekusi cambuk terhadap pelanggar Qanun Jinayat. Eksekusi ini melibatkan pelanggar yang diamankan oleh berbagai elemen, termasuk Kepolisian, Satpol PP-WH, dan Tim Pageu Gampong.
Penegakan Syariat di Banda Aceh
-
Peran Aktif Kepolisian dan Masyarakat: Kasatpol PP-WH menekankan peran aktif Kepolisian dan kepedulian masyarakat melalui Pageu Gampong dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran syariat.
-
Transparansi dan Konsistensi: Setiap kasus pelanggaran akan diproses secara transparan sesuai aturan hukum yang berlaku, menunjukkan konsistensi penegakan syariat.
-
Eksekusi Cambuk: Pelaksanaan eksekusi cambuk terhadap pelanggar Qanun Jinayat di Taman Bustanussalatin menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga marwah kota.
-
Pelanggaran dari Berbagai Pintu Pengamanan: Pelanggar yang dieksekusi berasal dari berbagai sumber, termasuk operasi rutin petugas, penindakan aparat Kepolisian, dan aksi sigap masyarakat.
-
Optimisme Pemerintah Kota: Pemerintah Kota optimis bahwa dengan semakin aktifnya peran Kepolisian dan Pageu Gampong, ruang gerak bagi para pelanggar akan semakin sempit, mewujudkan lingkungan yang bermartabat dan religius.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.