News
Warga Langsa Desak Kejari Usut Korupsi Bantuan Banjir dan Alat Berat Rusak
5 jam yang lalu
Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, Rabu (8/4/2026). Para demonstran menuntut Kejari Langsa untuk mengusut tuntas kasus korupsi, termasuk penyaluran bantuan banjir dan penggunaan alat berat yang terbengkalai.
Kasi Intelijen Kejari Langsa, Fadly Setiawan, menyambut positif aksi tersebut dan menegaskan bahwa semua laporan korupsi akan ditindaklanjuti. Namun, ia menjelaskan bahwa proses penanganan kasus korupsi memerlukan tahapan yang tidak bisa dilakukan secara instan.
Tuntutan Demonstrasi
- Pengusutan kasus korupsi di Kota Langsa secara tuntas.
- Penahanan tersangka korupsi yang dinyatakan bersalah.
- Reformasi internal Kejari Langsa untuk menjaga independensi.
- Audit dana penanganan banjir Kota Langsa tahun 2025.
- Penuntasan dugaan korupsi pengadaan TIK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
- Pengusutan dugaan korupsi penggunaan dana DID dan excavator terbengkalai di Aceh Timur.
Respons Kejari Langsa
Kejari Langsa mengakui keterbatasan sumber daya manusia dan mengajak pemuda untuk melaporkan segala bentuk korupsi. Fadly Setiawan menegaskan bahwa Kejari Langsa akan menjalankan kewenangannya dengan baik dan terbuka untuk komunikasi dengan masyarakat.
Para demonstran juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes simbolis. Aksi ini berlangsung damai dan diawasi oleh aparat Kepolisian Polres Langsa. Penanggung jawab aksi, Wahyu Ramadhana, menegaskan bahwa aksi ini murni untuk menegakkan keadilan dan supremasi hukum di Kota Langsa.
