PT Mifa Bersaudara melalui anak usahanya, PT Antareja Mahada Makmur (AMM), mulai melakukan transformasi operasional dengan menghadirkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk kegiatan pengangkutan batu bara di wilayah operasionalnya di Aceh Barat. Langkah ini ditandai dengan dimulainya pembangunan jaringan listrik berkapasitas 5,19 MVA yang akan mendukung operasional kendaraan listrik tersebut.
Proyek ini digadang-gadang menjadi pionir pengembangan ekosistem kendaraan listrik di sektor industri pertambangan di Aceh. Wakil Kepala Teknik Tambang PT Mifa Bersaudara, Abdul Haris, mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal agar operasional EV dapat segera berjalan optimal.
Dampak dan Manfaat
- Pengurangan penggunaan BBM: Penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat menekan penggunaan bahan bakar minyak secara signifikan.
- Efisiensi operasional: Kendaraan listrik dinilai tidak kalah kuat dibandingkan kendaraan berbahan bakar solar dan lebih efisien dengan sistem fast charging.
- Ramah lingkungan: Proyek ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan menerapkan praktik industri yang lebih berkelanjutan di Aceh Barat.
Kerja Sama dengan PLN
PT Mifa Bersaudara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama kelistrikan dengan PLN. Manager PLN UP3 Meulaboh, Achmad Ariansyah, menyambut baik langkah elektrifikasi ini, mengingat kondisi geopolitik global yang mempengaruhi sektor energi. Upaya efisiensi dan pengurangan penggunaan BBM terus didorong melalui kolaborasi dengan mitra industri.
Rencana Ke Depan
Unit kendaraan listrik direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026 dan akan digunakan secara bertahap dengan peluang penambahan unit di masa mendatang. Meskipun penggunaan BBM belum dapat dihilangkan sepenuhnya, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan efisiensi operasional di sektor pertambangan di Aceh Barat.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

