Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), secara maraton menemui sejumlah pejabat kabinet untuk mengusulkan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) di daerahnya. Terbaru, HRB menemui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada Kamis (9/4/2026).
HRB memaparkan empat usulan proyek dengan total estimasi anggaran sebesar Rp 2.721.900.223.000. Keempat proyek tersebut meliputi pembangunan jembatan layang Kedabuhen, jalan nasional Subulussalam-Pakpak Bharat, jalan Gelombang-Muara Situlen, dan Kanal Oboh Kota Subulussalam.
Dampak dan Manfaat Proyek
-
Pembangunan Jembatan Layang Kedabuhen (Rp 1.278.000.000.000): Mengatasi risiko kecelakaan di tanjakan Kedabuhen yang merupakan titik kritis dengan tebing curam dan jurang dalam. Proyek ini diharapkan mengurangi angka kecelakaan fatal dan memperlancar distribusi logistik.
-
Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat (Rp 109.780.000.000): Membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara. Jalan ini akan mendukung ekonomi masyarakat dan mobilitas hasil pertanian.
-
Jalan Gelombang-Muara Situlen (Rp 224.137.500.000): Memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendukung distribusi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi.
-
Kanal Oboh Kota Subulussalam (Rp 1.109.982.723.000): Mengurangi risiko banjir tahunan yang berdampak pada permukiman dan lahan pertanian, serta menjamin keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.
Urgensi dan Dampak Jangka Panjang
Proyek-proyek ini dianggap sangat mendesak mengingat tingginya risiko bencana dan keterbatasan akses distribusi yang selama ini menjadi beban utama petani dan pelaku usaha. Dengan terbangunnya infrastruktur ini, diharapkan dapat:
- Meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
- Mengurangi biaya logistik dan meningkatkan ketahanan pangan regional.
- Membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan kawasan perbatasan.
- Mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dan distribusi logistik.
Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi jalur alternatif evakuasi bencana dan mobilitas masyarakat, serta memperkuat jaringan transportasi menuju Sumatera Utara.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.