Warga di Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan, telah bertahan hidup di rumah gubuk yang tidak layak huni selama bertahun-tahun. Bakrijar (44) dan keluarganya, serta Abdul Malik (42), adalah beberapa di antara warga yang menghadapi kondisi sulit ini. Rumah mereka terbuat dari kayu yang sudah lapuk, atap bocor, dan dinding anyaman pelepah kelapa yang tidak mampu menahan terpaan angin dan hujan.
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mengambil langkah tegas dengan memerintahkan seluruh aparatur untuk proaktif turun lapangan dan memprioritaskan bantuan rehabilitasi rumah layak huni (RTLH). Camat Kluet Selatan, T. Muzhar, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi rumah warga dan melakukan validasi data.
Kondisi Rumah Warga
- Bakrijar dan keluarga: Tinggal di gubuk kayu dengan atap rumbia bocor dan dinding papan lapuk.
- Abdul Malik dan keluarga: Berlindung di balik dinding anyaman pelepah kelapa dan atap terpal plastik hitam.
- Fasilitas sanitasi: Tidak layak, hanya mengandalkan sumur galian terbuka.
Langkah Pemerintah
- Bupati instruksikan aparatur untuk proaktif turun lapangan.
- Camat Kluet Selatan melakukan validasi data untuk memprioritaskan bantuan RTLH.
- Harapan untuk memberikan solusi bagi warga prasejahtera di Aceh Selatan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.