Banjir dan tanah longsor kembali melanda Desa Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bencana ini menyebabkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan pasir, memperburuk kondisi masyarakat setempat.
TNI dari Koramil 05/Pining bergerak cepat membantu warga dalam proses pembongkaran rumah yang rusak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya darurat sambil menunggu program bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah.
Dampak Bencana
- Rumah warga tertimbun material tanah dan pasir akibat debit air Sungai Pining dan Sungai Pertik yang meluap.
- Kamsiah (65), seorang janda, kehilangan rumahnya yang rusak parah dan sementara menumpang di rumah warga lain.
- Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi memperparah kondisi bencana.
Upaya Penanganan
- Personel TNI membantu pembongkaran rumah tidak layak huni dan memberikan dukungan moral kepada warga.
- Pemerintah daerah dan TNI berkoordinasi untuk penanganan pasca bencana dan penyaluran bantuan.
- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan.
Harapan ke Depan
- Program bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah diharapkan dapat segera terealisasi.
- Kehadiran TNI diharapkan dapat meringankan beban korban dan memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.