Kembaliekonomi

Warga Aceh Khawatir, Minta Listrik Mandiri dari Sumbagut","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":85,"Education":65,"FinalScore":80,"Summary":"Tuanku Muhammad, Wk

Penulis

serambinews.com

Tanggal

24 Mei 2026

Warga Aceh Khawatir, Minta Listrik Mandiri dari Sumbagut","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":85,"Education":65,"FinalScore":80,"Summary":"Tuanku Muhammad, Wk

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menyoroti ketergantungan penuh Aceh pada sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebagai ancaman ketahanan energi. Ia menyampaikan hal ini setelah pemadaman listrik yang berlangsung dua hari memberikan trauma dan kerugian bagi ratusan ribu pelanggan di wilayah Aceh.

Langkah Prioritas untuk Ketahanan Energi Aceh

  • Reaktivasi dan optimasi PLTG Ladong di Aceh Besar, yang memiliki daya kompeten untuk menopang sistem lokal, terutama wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
  • Pemanfaatan pembangkit yang sudah ada seperti PLTU Nagan Raya, PLTMG Arun, dan sejumlah unit diesel untuk meningkatkan cadangan energi.
  • Pengembangan potensi energi hydro, panas bumi, dan gas alam yang dapat menyumbang ratusan MW tambahan.
  • Penyusunan roadmap ketahanan energi daerah oleh Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Pusat, berfokus pada penguatan pembangkit lokal dan optimalisasi aset yang ada.
  • Peningkatan sistem cadangan energi strategis agar Aceh mampu beroperasi mandiri saat terjadi gangguan pada jaringan Sumbagut, seperti halnya kejadian 2022 yang menghilangkan pasokan hingga 1.124 MW.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.