Kembalikesehatan

Warga Aceh Khawatir Tenang Utang RSUDZA Rp392 Miliar","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":70,"LongTermValue":75,"Education":65,"FinalScore":79,"Summary":"Anggota DPRA Fuadri mel

Penulis

serambinews.com

Tanggal

09 Mei 2026

Warga Aceh Khawatir Tenang Utang RSUDZA Rp392 Miliar","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":70,"LongTermValue":75,"Education":65,"FinalScore":79,"Summary":"Anggota DPRA Fuadri mel

Fuadri, anggota Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban DPRA, menyatakan bahwa utang Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) telah mencapai Rp392 miliar. Ia menilai ini sebagai hasil dari tata kelola keuangan yang kurang efektif dan pengendalian anggaran yang boros, terutama terkait pembelian videotron dan fasilitas non-esensial.

Dampak utang tersebut mulai terasa oleh masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan obat kemoterapi dan warga dari daerah pedesaan yang kesulitan mengakses layanan dasar. Selain itu, perbandingan jumlah tenaga pelayanan terhadap pasien terlihat tidak seimbang, dengan rasio yang mendekati 1:4, menurut data yang dipaparkan manajemen RSUDZA.

Langkah Efisiensi yang Disarankan

  • Menghentikan pembelian videotron dan perbelanjaan fasilitas yang tidak mendukung layanan utama
  • Menghentikan perpanjangan kontrak tenaga yang tidak dianggap mendesak
  • Menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan listrik dan energi di seluruh bangunan rumah sakit
  • Mengalihkan kelebihan SDM ke rumah sakit regional yang akan dibangun pemerintah Aceh, dengan koordinasi dari Dinas Kesehatan
  • Menjamin ketersediaan obat kemoterapi dan layanan dasar sebagai prioritas atas program pemborosan
  • Menyelaraskan rasio tenaga medis dengan kapasitas tempat tidur, misalnya mencapai rasio 1:2 untuk meningkatkan efisiensi layanan
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.