Fuadri, anggota Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban DPRA, menyatakan bahwa utang Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) telah mencapai Rp392 miliar. Ia menilai ini sebagai hasil dari tata kelola keuangan yang kurang efektif dan pengendalian anggaran yang boros, terutama terkait pembelian videotron dan fasilitas non-esensial.
Dampak utang tersebut mulai terasa oleh masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan obat kemoterapi dan warga dari daerah pedesaan yang kesulitan mengakses layanan dasar. Selain itu, perbandingan jumlah tenaga pelayanan terhadap pasien terlihat tidak seimbang, dengan rasio yang mendekati 1:4, menurut data yang dipaparkan manajemen RSUDZA.
Langkah Efisiensi yang Disarankan
- Menghentikan pembelian videotron dan perbelanjaan fasilitas yang tidak mendukung layanan utama
- Menghentikan perpanjangan kontrak tenaga yang tidak dianggap mendesak
- Menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan listrik dan energi di seluruh bangunan rumah sakit
- Mengalihkan kelebihan SDM ke rumah sakit regional yang akan dibangun pemerintah Aceh, dengan koordinasi dari Dinas Kesehatan
- Menjamin ketersediaan obat kemoterapi dan layanan dasar sebagai prioritas atas program pemborosan
- Menyelaraskan rasio tenaga medis dengan kapasitas tempat tidur, misalnya mencapai rasio 1:2 untuk meningkatkan efisiensi layanan
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKorban banjir Aceh khawatir, ajukan gugatan administratif PTUN
Korban bencana sumatera melalui tim advokasi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengajukan gugatan tindak administrasi pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jak
Warga Aceh Khawatir Utang RSUDZA Rp 392 Miliar Ancam Layanan
"Kita punya beban utang cukup besar. Ini menyangkut manajemen. Terhadap beban yang sudah ada, bagaimana menutupinya?" kata anggota Pansus
Warga Aceh Penasar Bagaimana Indeks Demokrasi Naik Jadi 83,43
Pemerintah Aceh mencatat capaian signifikan dalam pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2025.
: Pasien Kronis di Aceh Tanpa Batas Desil untuk Obat Wait we need Title only, not include colon. The Title field should be string. We'll put: "Pasien Kronis di Aceh Tanpa Batas Desil untuk Obat" But 1
Pemerintah Aceh menegaskan seluruh rumah sakit di Aceh wajib menerima dan melayani pasien tanpa adanya pembatasan desil (status ekonomi), terutama mereka yang menderita penyakit katastropik


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.